The New Translation Of Diwan Of Shaykh Muhammad Ibn Al Habib, With Idhin

covere2889a

Sebuah buku pengajaran untuk fuqara Syadzili dari guru kami Sidi Muhammad Ibn Al Habib, dengan munculnya terjemahan baru dari Diwan ini adalah sebuah hadiah tidak ternilai bagi seluruh faqir Shaykh Moulay Hashim al-Belghiti dari jalur tarekat Syadzilli, Darqawi, Habibi dan Qadiri telah didwamkan di Barat dan di Timur, tentu terjemahan baru ini adalah sebuah pernyataan otentik dari sumber yang seharusnya, dari mursyid yang mempunyai ijin, bukan yang lain.

Editorial Qasidah dengan senang hati mengumumkan publikasi, terjemahan baru dari Diwan yang terkenal dari seorang ulama dan guru sufi yang masyur di Maroko, Sidi Muhammad Ibn al-Habib, semoga Allah senang dengannya, di mana sekelompok kecil dari kami pertama kali bertemu dengan beliau pada tahun 1971 tak lama sebelum beliau wafat dalam perjalanan ke haji pada usia yang sudah sepuh, 103 tahun.

Dia muncul pada waktu yang penting dalam sejarah Maroko pada akhir era besar tasawuf dibarat dan beliau dalam beberapa hal berpijak antara dunia Muslim lama di Timur dan jaman baru Islam mengambil akar di Barat. Maroko adalah tentunya, secara signifikan, salah satu negara Muslim paling barat, bagian itu pada kenyataannya lebih barat dari Inggris. Ibn al-Habib mengajar pengetahuan formal dari ilmu-ilmu Islam di masjid Qarawiyin di Fes selama waktu itu sejak tahun 1900, dan beliau meninggal pada tahun 1971. Dia adalah seorang guru spiritual terkenal, dengan banyak murid di Maroko dan Aljazair dan sejumlah kecil dari Inggris, Perancis dan Amerika. Beliau dimakamkan di zawiyya di Meknes.

Morocco; Meknes; Zawiyya Shaykh Muhammad ibn al Habib

Photo Zawiya Shaykh Muhammad Ibn Al Habib (Courtesy of Peter Sanders.)

Terjemahan pertama dari Diwan ini ke dalam bahasa Inggris dilakukan oleh  Humphrey Davies pada tahun 1971 dan beberapa tahun kemudian terjemahan yang lebih lengkap dibuat oleh penterjemah Amerika. Tidak ada terjemahan lagi yang diterbitkan sejak itu sampai sekarang. Tampaknya terjemahan baru bahasa Arab dari karya penting ini sangat dibutuhkan, termasuk tentu saja Al-Qur’an itu sendiri, bagi mereka yang sulit berbahasa Arab. Sebuah teks bahasa Inggris yang baru membantu untuk memberikan perspektif dan pikiran segar diterjemahkan kedalam ide-ide yang dapat letih atau diambil begitu saja dari waktu ke waktu. Hal ini juga merupakan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan atau kelalaian.

Tentu saja penterjemah menjadi sarana, penyaring, melalui mana makna harus yang diserap dan pertamanya semuanya terletak pada kedalaman pemahaman bahasa Arab oleh penterjemah; kedua dia menyerap bahasa Inggris dan ketiga mendalam dan dipraktekkan memahami subyek materi. Tentu saja kesalahan dapat dibuat dan penterjemah akan tidak saling setuju dengan satu dan yang lain, tetapi sajak Arab tidak mudah dan pilihan terjemahan hanya dapat membantu.

Menyanyikan puisi ini adalah aspek lain dari buku yang luar biasa ini. Pada kenyataan bahwa pengetahuan ini didekati dengan menyanyi merupakan indikasi bahwa itu adalah sesuatu yang istimewa dan bukan hanya sebuah puisi. Diwan ini dinyanyikan di Maroko dengan cara tradisional yang telah turun selama berabad-abad dalam tradisi Andalusia tetapi disederhanakan untuk digunakan oleh orang biasa. Namun di Aljazair misalnya, mereka akan menggunakan banyak irama lokal juga, sesuai dengan irama ayat.

Terjemahan baru ini dari Abdurrahman Fitzgerald dari Marrakesh dan pemuda Maroko yaitu Fouad Arasmouk dan Moulay Abdelkebir al-Belghiti, telah dirancang untuk dapat diakses bagi pemula atau orang yang berpengalaman sama. Abdurrahman adalah direktur dari Pusat Bahasa dan Budaya di Marrakesh dan meskipun orang Amerika, telah tinggal di Maroko selama tiga puluh lima tahun dan memiliki banyak terjemahan yang diterbitkan atas kerja kerasnya. Fouad Arasmouk telah bekerja sama dengan Abdurrahman pada semua terjemahan yang diterbitkan terutama kutipan dari tafsir Al-Qur’an besar, Bahr al Madeed Ibnu Ajiba. Moulay Abdelkebir adalah anak dari pemimpin tarekat Habibiyya di Maroko dan guru sufi yang berkeliling di Maroko, Shaykh Moulay Hashim al-Belghiti. Penterjemah juga ingin mengakui bantuan dari penyair Amerika, Abdal Hayy Moore dan Hamza Weinman dalam beberapa karya terjemahan.

Menyadari kesulitan orang Barat yang membaca bahasa Arab, setiap ayat telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan diterjemahkan. Tugas terjemahan Diwan terus berlanjut dan kadang berhenti selama lebih dari enam tahun dan edisi ini cukup panjang, dalam 280 halaman, ukuran menjadi menjadi tiga kali dari bahasa asalnya. Sebuah halaman contoh yang ditampilkan di sini untuk menggambarkan penggunaan bahasa Arab, penterjemahan dan transliterasi. Ini telah dirancang untuk penggunaan praktis dengan semua nomor qasidah dan tercantum dalam daftar isi. Untuk kepentingan tertentu ini akan menjadi biografi Shaykh Muhammad Ibnu al Habib oleh Moulay Abdelkebir al Belghiti, seperti tidak pernah terlihat sebelumnya dalam bahasa Inggris.

Diwan_Shaykh-Habib_155

Ini menjadi bermanfaat ketika mengerjakan buku ini, perasaan yang dibagi oleh penterjemah yang sering menghabiskan hari-hari untuk mengungkap makna ayat-ayat yang lebih jelas dan apa yang dimaksudkan oleh penulis. Terjemahan ini membantu menghidupkan kembali buku yang unik ini. (Sumber: Sidi Abbas, link )