Sejarah Awal Mula Dinar Dan Dirham Di Indonesia

Keran-Air

Bismillahirrahmanirrahim. Memasuki tahun baru 1432 H atau 2011 tidak terasa perjalanan IMN dan kembalinya dinar dan dirham di Indonesia telah berjalan 12 tahun di Nusantara, alhamdulillah. Sejarah dinar dan dirham di Indonesia di mulai pertamakali tahun 1999 dipelopori oleh Islamic Mint Nusnatara (IMN-World Islamic Standard) dengan membangun dasar dan awal pertamakali pencetakan dinar dan dirham serta, meperkenalkan model muamalah yang disosialisasikan tanpa tiada henti kepada berbagai kalangan, mereka peletak bendera pertama tanpa perlu disebut nama.

Dengan IMN-World Islamic Standard mulai melakukan pencetakan dinar dan dirham secara masal pada tahun 2000 maka pintu menjadi terbuka dan kapal berlayar membawa orang-orang, sejarah mencatat awal mula hal ini dan menjadikan gerakan dinar dan dirham di kenal di Indonesia, wilayah Asia Tenggara dan dunia. Dengan pertolongan Allah, maka hari ini sudah banyak orang dan lembaga yang mulai mengenal dan menggunakan dinar dan dirham, apakah sebagai bentuk tabungan, mahar, pembayaran zakat dan alat tukar bebas sukarela dalam muamalah secara luas.

Sejak tahun 2000 IMN juga secara aktif memperkenalkan kembali model muamalah Islam seperti pasar, baitulmal, kafilah dagang, paguyuban, dan pelaksanaan zakat ditarik kembali dengan dinar dan dirham (murni), diperkenalkan melalui pertemuan, media print dan media online. Dinarfirst adalah bagian dari dawa kita semua yang  aktif terus menjaga tujuan awal dari kembalinya dinar dan dirham

Pada tahun 2007 Islamic Mint Nusantara (IMN) merintis pencetakan dinar dan dirham mandiri pertama di Indonesia, yang bertujuan melayani umat agar memudahkan muslimd an umum untuk mendapatkan dinar dan dirham. Kemudian pada tahun 2010 IMN memperbaiki timbangan mitsqal terkait berat dan kadar, yang lebih dekat kepada masa awal Islam, silahkan dibaca Standar Dinar Dan Dirham Dalam Sejarah Dan Fikih Islam

Semua bangunan muamalah ini sebetulnya sudah ada dalam warisan budaya kita muslim di Nusantara, yang perlu di bangun kembali dengan ilmu dan hikmah yang tinggi. Kami memanggil dan mengajak semua muslim Nusantara untuk bersatu dalam barisan Islam di bawah payung Kesultanan yang berdaulat, terlibat secara langsung dalam mengamalkan hal-hal yang sudah kami jelaskan dalam website ini, mengembalikan muamalah kita tanpa sistem riba atau praktek riba dan masuk kepada Islam secara keseluruhan.