Saatnya Hijrah Dari Dinar Tidak Murni, Nilai Tukar Dan Perihal Buyback

Dinar-4.25-gram

Bismillahirrahmanirrahiim. Ada yang bertanya kepada kami beberapa waktu lalu, kenapa dinar dan dirham dari Dinarfirst yang dicetak oleh Islamic Mint Nusantara (IMN) nilai tukarnya lebih rendah dari dinar tidak murni dari ‘otoritas’? Padahal dinar dari Dinarfirst berbahan murni dan lebih berat? Penjelasan sebetulnya sederhana saja, pertama yang perlu diketahui bahwa dalam setiap dinar dan dirham mempunyai dua komponen yaitu bahan logam murni dan ongkos cetak.

Untuk memahami nilai tukar maka mari kita perhatikan penjelasan ini dengan perbandingan langsung antara dinar murni dari IMN dan dinar tidak murni dari ‘otoritas’, diketahui bahwa dinar 4.25 gram (91.7) itu mempunyai bahan dasar 3.9 gram emas murni dan ditambahkan campuran logam lain yang biasanya adalah perak atau tembaga.

Secara umum harga beli dinar tidak murni dapat dihitung sebagai berikut, yaiut harga pergram emas murni hari ini dikalikan 3.9 gram + 0.35 gram harga perak per hari ini + ongkos cetak maka di dapatlah apa yang disebut dengan Nilai Tukar atau Exchange Rate.

Untuk lebih jelas menjawab pertanyaan di atas, silahkan perhatikan pemaparan kami selanjutnya, kami akan mengambil perbandingan langsung dari dua jenis dinar yang kini beredar di Indonesia:

Nilai Tukar Dinar hari ini 15/04/2013
Dinar 4.44 gram (9999) IDR 2.121.000 (IMN)
Dinar 4.25 gram (91.7) IDR 2.378.000 (Dinar ‘otoritas’)

Maka untuk menghitung emas murninya, lihat harga emas murni pergram hari ini 15/04/2013, yaitu IDR 463.000 lalu dikalikan dengan emas murni yang terkandung dalam dinar tidak murni tersebut. Maka dapat dihitung harga dasar satu keping dinar (9999) dan dinar (91.7), yang dijelaskan sebagai berikut:

Dinar 4.44 gram (9999) adalah 4.44 gram x IDR 463.200 = 2.056.608.
Nilai tukar Dinarfirst 15/04/2013 adalah 2.121.000, maka ongkos cetak dapat dihitung dari IDR 2.121.000 – IDR 2.056.608 = IDR 64.392.

Dinar 4.25 gram (91.7) adalah 3.9 gram (9999) x IDR 463.200 = IDR 1.806.480. Nilai tukar dinar ‘ototritas’ 15/04/2013 adalah 2.378.000, maka ongkos cetak dapat dihitung dari IDR 2.378.000 – IDR 1.806.480 = IDR 571.520 (masyallah, ongkos cetak ‘otoritas’ tersebut setara 1 gram emas)

Bagi orang yang beriman dan bertakwa, tentu sudah dapat melihat ada apa ini? apa ini dapat dibenarkan? tentu benar menurut ‘otoritas’ itu, tetapi masyarakat juga harus dan boleh tahu faktanya dan boleh memilih dinar manapun.

Kemudian setelah itu orang yang mengaku ‘otoritas’ tersebut mengeluarkan kebijakan buyback sebesar 10 persen, tentu dengan kebijakan tersebut tetap menjadi beban anda dan menguntungkan mereka. Bagaimana bisa? Mari kita lihat perhitungan buyback sebagai berikut:

Perhitungan buyback adalah IDR 2.378.000 x 10% = IDR 237.800, ingat sebelumnya ‘otoritas’ tersebut mendapat IDR 571.520 + IDR 237.800 (buyback) = IDR 809.320, menarik bukan? apa yang kamu rasakan? sedikit mual?. Inilah biaya yang tidak efisien, yang tidak terlihat yang anda harus tanggung dari dinar tidak murni dari orang yang mengaku ‘otoritas’ tersebut dan sebagai sekedar informasi hal tersebut sudah terjadi di Kelantan, Malaysia dari grup yang sama dari orang yang juga mengaku ‘otoritas’ dinar dan dirham dunia. Lalu apa bedanya ‘otoritas’ tersebut dengan toko emas? Jelas beda kata mereka, kami membawa nama Allah dan rasul. Astagfirullah.

Dari penjelasan di atas kita dapat memahami bahwa pengertian nilai tukar dalam dinar dan dirham adalah bahan intrinsik ditambah ongkos cetak atau sejumlah harga (angka) nominal uang kertas untuk mendapatkan koin emas dan perak, dan sepenuhnya tidak benar kalau ini dikatakan sebagai daya beli. Lalu apakah daya beli itu? pengertian daya beli dalam dinar dan dirham adalah nilai intrinsik (emas dan perak murni) dan jumlah koin yang diukurkan atau dipertukarkan langsung terhadap komoditas, barang dan jasa. Daya beli ditentukan oleh rantai muamalah dari produsen dan pedagang dalam pasar tanpa riba, daya beli bukan ditentukan oleh ‘otoritas’ yang membuat dalih kesana kemari mengatakan amal nyata (pamer amal) katanya mau mengembalikan ‘muamalah’ dengan bungkus ‘pasar’  yang ternyata secara tidak langsung telah memanipulasi pedagang dari pengetahuan yang benar dan praktek monopoli bisnis koin, ini riba terselubung yang perlu di tolak dan dihindari. Ini Eforia dinar

Semua muslim tentu ingin mentaati Allah dan rasul, tapi ketika ada orang yang mengaku-ngaku ‘otoritas’ dinar dan dirham mengatakan kepadamu: luruskan niat, ini untuk Islam, tapi ternyata mereka merampokmu, bagaimana perasaanmu?. Bagi yang mempunyai hati yang murni tentu tidak perlu membantah, lebih baik periksa dirimu. Untuk apa membesar-besarkan gelar, mengutip ayat, hadist, kami begini dan begitu, mengutip fikih dan pakai label internasional, mencetak buku-buku? yang akhirnya dijadikan pembenaran melakukan riba dalam bentuk lain.

Ada satu hal lagi yang perlu diperhatikan oleh muslim, diketahui bahwa ‘otoritas’ tersebut mengatakan akan menghilangkan buyback tahun depan (2014), bagaimana bisa ini dilakukan setelah mereka merampok kamu? orang yang mengaku  ‘otoritas’ ini meninggalkan kamu dengan dinar tidak murni di tangan, dengan alasan fikih? tentu tidak. Alasan aman bagi ‘otoritas’ tersebut katanya agar dinar tidak murni tetap berada ditangan kamu dan beredar di antara kamu, tepuk tangan saudara-saudara!. Ketika selubung di angkat yang terlihat adalah orang yang mengaku ‘otoritas’ tersebut secara tidak langsung ingin lepas dari tanggung jawab dari dinar tidak murni itu, karena kita tahu dinar seharusnya murni atau dzahab khalis. Dan hari ini telah mulai beredar dinar murni yang dicetuskan oleh IMN di Indonesia, Prof Ahamad kameel dan grup dari Malaysia, SRDC dari Brunei, Dinar Borneo dari Sabah, INM dari Capetown (Afrika Selatan), Singapura, Amerika dan insyaallah di ikuti oleh yang lain.

Dinar dan dirham atau emas dan perak murni tidak perlu pengakuan siapapun, karena telah diakui dan diperintahkan oleh Allah (baca juga Rencana Allah Dalam Penciptaan Emas Dan Perak) . Semua orang boleh menggunakannya kembali tanpa halangan dan tekanan dari siapapun. Saran dari kami kepada semua muslim yang ingin menggunakan dinar dan dirham dalam muamalah secara luas, segera hijrah kepada dinar murni dan segera lakukan buyback dinar tidak murni kepada orang yang mengaku ‘otoritas’ dinar dan dirham tersebut, sebelum mereka memberi alasan yang tidak ada urusan dengan fikih.

Dalam memilih dinar dan dirham, perhatikan ongkos cetak yang paling efisien, agar semakin baik untuk digunakan dalam jual beli. Artinya yang dinilai adalah harga bahan emas murni terhadap komoditas, barang dan jasa, begitu pula dirham. Dalam melihat dinar tidak murni, logam campuran tetap menjadi biaya produksi yang seharusnya tidak perlu dibayar oleh anda, ketika dinar murni. Pada perhitungan nishab zakat maal emas dan perak, campuran logam lain yang ada dalam dinar dan dirham tidak dihitung (dipisahkan).

Betul kita harus mentaati Allah dan rasul, tapi nanti dulu, ada yang perlu diperhatikan, mengatakan kemenangan adalah dari Allah tapi mereka merampok kalian. Istigfar! Mudah-mudahan apa yang kami sampaikan cukup jelas dapat menjawab pertanyaan yang mungkin tidak terpikir oleh anda. Ini bukan fitnah tapi pencerahan bagi semua muslim yang mendukung kembalinya dinar dan dirham murni.

Catatan: Sehari setelah tulisan ini dibuat, beberapa hari kemudian nilai tukar dinar ‘otoritas’ langsung turun drastis. Tanya kenapa?

Masyaallah la quwatta illa billah. Hasbunallah wanimal wakil.

(Sumber: Dinarfirst)