Menghitung Kekuatan Dinar Dan Emas Terhadap Nilai Rupiah Dan Uang Fiat

Gold_Bar_9999

Presiden Soekarno dan Menkeu Sjafroedin Prawiranegara menerbitkan UU No. 17 Tahun 1946 tentang Pengeluaran Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) pada tanggal 26 Oktober 1946 dengan dasar 10 Rupiah setara dengan 5 gram emas murni atau setiap 1 Rupiah = 0.5 gram emas. Lalu apa yang terjadi dengan Rupiah dalam kurun waktu 69 tahun ini? Bagaimana hubungannya dengan emas atau dinar.

Melalui fakta di atas kita dapat melihat apa yang terjadi dengan uang kertas atau uang fiat Indonesia hingga hari ini. Di tahun 1955, nilai Rp 10 = 5 gram emas (murni), artinya pada orang saat itu ketika seseorang mempunyai uang Rp 100.000 = 50.000 gram emas (50 kilogram).

Hari ini diketahui harga 1 gram emas (9999) adalah Rp 500.000, maka dapat dihitung sebagai berikut: (100.000 : 500.000) x 1 = 0.2 gram. Tahun 1955 nilai Rp 100.000 = 50.000 gram emas murni, tahun 2015 nilai uang fiat Rp 100.000 = 0.2 gram emas murni.

Di tahun 1955 nilai 5 gram emas senilai dengan Rp 10, sementara sekarang tahun 2015 dengan 5 gram emas (murni) senilai dengan Rp 2.500.000, apa maksudnya? Artinya Rupiah sekarang di tahun 2015 hanya tinggal bernilai (0.2 : 50.000) x 100% = 0,0004 %, saja. Dalam kurun waktu 69 tahun saja sejak pertamakali uang kertas ORI diperkenalkan, nilainya kini hanya tinggal 0.0004% (sudah hampir nol).

Dengan itu dapat juga dihitung inflasi pertahun yang terjadi selama 69 tahun sebagai berikut: (50.000:0.2) – 1 x 100% = 249.999%, waduh besar sekali, ini perampokan yang luar biasa atau dikenal dengan bahasa keren sebagai inflasi. Silahkan dihitung sendiri berapa besar inflasi Indonesia setiap tahun (dengan bunga berbunga) sejak tahun 1955.

Bagaimana dengan nilai US dolar yang katanya perkasa? Berapa nilai riil US dolar saat ini terhadap emas atau dinar sejak tahun 1955? Diketahui bahwa pada tahun 1955 adalah  1 troy ounce emas (31.1 gram) = US$ 35,  sedangkan sekarang tahun 2015 diketahui bahwa 1 troy ounce = US$ 1.200. Silahkan dihitung sendiri?

Bagaimana dengan nilai uang fiat Rupiah, Dolar atau Euro atau mata uang lain untuk jangka waktu 5 tatau 10 tahun kedepan? Tentu bagi yang melihat maksud cerita ini, sudah menjadi jelas jawabannya kenapa Allah menyatakan emas dan perak atau dinar dan dirham di dalam al Quran sebagai pelajaran bagi kita bahwa inilah pengukur nilai terbaik dan harta yang nyata, demikian juga sudah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wassalam.

Demikian obrolan saya dengan salah seorang teman ahli keuangan di angkringan stasiun tugu belakang, pasar kembang, Yogyakarta. Tidak usah terlalu dipikirin, kalau masih bingung, kita lanjut minum teh sambil menikmati suasana Yogyakarta.

Mari kita kembali menggunakan dinar dan dirham sekarang, karena moneter riba, bank dan uang fiat ini akan segera runtuh. Semoga Allah menambahkan petunjuk jalan yang lurus kepada kita semua, amin. (Sumber: Abbas Firman)