Dinar Syar’i Adalah Dinar Murni

Gold_Dinar_Nabawi_444

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dinar dan dirham adalah stempel Allah di muka bumi-Nya, barangsiapa yang datang dengan mempergunakan stempel Rabb-nya, maka akan dicukupi semua kebutuhannya.” (HR. Imam Ath- Thabrani)

“Dan hendaklah kalian sempurnakan takaran (kadarnya) dan timbangan (beratnya) dengan seadil- adilnya” (Al- An’am 6: 152). Begitu pula ini diulang beberapa kali dalam surat Hud : 84-85, Al-Isra’ : 35, Asy-Syu’ara : 181 dan Al-A’raf :85.

Dengan memahami petunjuk dari Allah dan rasul tentu kita harus mentaati hal ini termasuk dalam mencetak dinar dan dirham. Untuk itu wajib diperhatikan dengan sebaik-baiknya bahwa stempel Allah tersebut harus dibuat secara sempurna, baik bahan, kadar maupun beratnya.

Hadist dan ayat di atas merupakan perintah untuk melakukan kesempurnaan terhadap dinar dan dirham dalam:

  • Sempurna bahannya (emas murni dan perak murni).
  • Sempurna kadarnya, untuk emas di sebut dzahab khalis dan perak disebut fidhah, dalam industri praktis disebut emas 9999 atau perak 999.
  • Sempurna dalam timbangan beratnya, 1 mitsqal setara berat 72 butir gandum barley yang dipotong kedua ujungnya yaitu 4,44 gram (9999).
  • Keadilan untuk mengikuti syari’at Islam.

(Sumber: Inilah Dinar dan Dirham, Buku Catatan dan Petunjuk 2015)