Apakah Dinar Dan Dirham Islam Mempunyai Pecahan

Danik_Gold_Dinar

Dinar dan dirham dicetak dan diedarkan pertamakali di Indonesia oleh Islamic Mint Nusantara (IMN) pada tahun 2000, dan Dinarfirst mengikuti standar yang dikeluarkan oleh Islamic Mint Nusantara (IMN) merujuk kepada tradisi mitsqal, wazan sab’ah dan penimbangan 72 butir gandum barley (organik) ukuran sedang dan berdasarkan Al-Qur’an, Al-Hadits, ijma sahabat, qaul tabi’in dan tabi’i tabi’inserta pendapat dari fikih 4 madzhab ahlussunnah wal jama’ah. IMN pada tahun 2010 melakukan penelitian kembali atas mithqal dan mengeluarkan standar pecahan  koin dinar dan dirham untuk dunia Islam yang terdiri atas beberapa pecahan koin dinar dan dirham dengan bahan murni. IMN – World Islamic Standard menetapkan standar baru dunia Islam yang terkait berat dan kadar kedua mata uang Islam tersebut, Sesuai fikih yang disebut Dinar adalah emas murni (dzahab) dan yang disebut Dirham adalah perak murni (al fidhdhah) mengikuti tradisi satuan mithqal sebagai berikut:

21_Pecahan_DD_07072012

IMN menetapkan dan menyatukan kembali standar mitsqal untuk satuan koin emas di masa Kesultanan Aceh (1307-1607) yang disebut Deurham mas yang hari ini setara dengan 1 Daniq (1/8 Dinar) = 0.555 gram emas murni.

IMN menetapkan dan menyatukan kembali standar mitsqal untuk satuan koin emas dari masa Kerajaan Majapahit yang disebut Suwarna, terdiri atas Ma (Masa) setara 1/2 mitsqal, Atak setara 1/4 mitsqal dan Ku (Kupang) setara 1/8 mitsqal = 1 Daniq emas murni.