Dinar_Dirham_9999
1 Dinar 4.44 gram (9999) setara 1/7 troy ounce dan 1 Dirham 3.11 gram (999) setara 1/10 troy ounce

Bismillahirrahmanirrahim.

Latar Belakang Dinarfirst.org
Dinarfirst sebuah inisiatif sosial membantu umat muslim dan umum untuk memerangi (meninggalkan) riba  dan mengajak kita semua untuk terlibat secara langsung dan tidak langsung dalam hal ini secara bersama dengan membuat berbagai jalan keluar sesuai petunjuk Allah dan rasul. Salah satu yang kami lakukan  adalah melakukan layanan publik untuk membantu masyarkat agar mudah mendapatkan dinar dan dirham (murni) dengan nilai tukar terbaik saat ini.

Dinarfirst merupakan sebuah panggilan untuk menjawab perintah Allah dan rasul unutk memerangi riba dengan salah satu bentuknya adalah mengamalkan kembali penggunaan dinar dan dirham dalam muamalah Islam secara luas.

Mengapa Dinar dan Dirham
Salah satu fungsi utama dinar dan dirham adalah untuk pelaksanaan tiang Zakat Mal dalam hal ini yang menjadi sunnah kita adalah emas dan perak. Urusan dinar dan dirham menurut Syaikh Ibnu Katsir dalam tafsirnya tentang Surah Ali Imran, ayat 75, bahwa urusan dinar dan dirham ini adalah urusan Diin (urusan aqidah, urusan syari’ah).Dinar dan dirham tidak bisa dilepaskan dari aspek rukun zakat dan muamalah Islam secara luas, dalam hal ini jelas dikatakan bahwa wahyu Allah menyebut emas dan perak serta mengaitkannya dengan berbagai hukum, antara lain: zakat maal, perkawinan, hudud dan lain-lain. Rasulullah salallahu alaihi wassalam memerintahkan pembayaran zakat dalam emas dan perak murni, dan kaum Muslim mengikutinya.

Tidak ada keraguan tentang pentingnya Zakat yang telah menjadi sistem kesejahteraan muslim hampir lebih 1400 tahun. Dan dalam berbagai kitab fikih Zakat (mal) adalah dibayarkan dengan emas dan perak. Shalat dan zakat adalah rukun Islam yang tidak bisa dipisahkan. Selama berabad-abad saat fikih dijalankan oleh Khalifah dan Sultan, zakat mal ditunaikan dalam emas dan perak, ini adalah aturan syariah Islam.

Menurut Jumhur Ulama’ Fikih 4 Madhab. Mereka sepakat bahwa nisab emas adalah sebanyak 20 mitsqal (1 Dinar= 1 mitsqal). 1 mitsqal adalah 4.44 gram (9999) artinya nisab zakat harta untuk 20 dinar (emas) setara dengan 88,8 gram emas murni (Adz Dzahab) dan nisab zakat untuk 200 Dirham setara dengan 622 gram perak murni (Al-Fidhdhah).

Imam Hanafi mengatakan tentang hal ini:“Bahwa ukuran Nisab Zakat yang disepakati ulama’ bagi emas adalah 20 Mitsqal, dan telah mencapai haul (1 tahun) dan bagi perak adalah 200 dirham”

Imam Asy-Syafi’i berkata dalam Kitab Al-Umm, Volume 2:“Rabi’ meriwayatkan bahwasanya Imam Asy-Syafi’I berkata: Tidak ada perbedaan pendapat (ikhtilaf) bahwasanya Dalam Zakat Emas itu adalah 20 Mitsqal (20 Dinar)”.

Pada masa Rasulullah perbandingan 1 Dinar : 10 Dirham

Sejarah Dinar Dan Dirham Dalam Islam
Dalam berbagai studi literatur umum menyatakan bahwa Dinar dan Dirham bermula dari pada masa Romawi dan Persia, padahal hal tersebut tidaklah tepat. Penggunaan dinar dan dirham ini, sebenarnya sudah terjadi sekian lama, jauh sebelum Rasulullah shallalahu alaihi wassalam lahir, yaitu yang pertama kali menggunakan dinar dan dirham adalah Nabi Adam AS, dapat dilihat dalam Tafsir ad-Durrul Mantsur fi Tafsir bil Ma’tsur (Vol. I hal, 326) yang disusun oleh Imam Jalaluddin Suyuthi (dikeluarkan oleh Ibn Abi Syuibah dalam Kitab Al-Mushonnaf).

Berikutnya pada masa Nabi Idris ‘alaihis Salam, 9000 tahun Sebelum Masehi, sebagai Rasul Ke-2 yang pertama kali hidup menetap, mengenal tambang emas dan perak, dan mengolahnya menjadi sebuah mata uang yang diberi nama “raqim” untuk mata uang emas, dan “wariq” untuk mata uang perak. Sejarah mata uang Raqim dan Wariq ini, berlangsung cukup lama mulai dari periode Nabi Idris, dilanjutkan ke periode Nabi Nuh, ke periode Hud, ke periode Nabi Sholih, ke periode Nabi Dzulqarnain, ke periode Ashabulkahfi, ke periode Nabi Ibrahim, ke periode Nabi Luth, ke periode Nabi Isma’il dan ke periode Nabi Ishaq. Peristiwa penting ini secara implisit dijelaskan dalam Al-Qur’an di 403 ayat dalam Al-Qur’an. Penamaan Dinar sebagai mata uang emas, dan Dirham sebagai mata uang perak, baru terjadi Periode Nabi Ya’qub dan Nabi Yusuf. Hal ini termaktub dalam Surah Ali-Imran (3): 75, dan Surah Yusuf [12]: 20. Nabi Muhammad Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam, menerapkan kaidah standarisasi dinar dan dirham ini dengan “(berat) 7 Dinar harus setara dengan (berat) 10 Dirham”.

Sunnah Dinar dan Dirham ini kemudian diikuti oleh para Khulafâ’ur Rasyidun yang berlangsung selama 30 tahun, yaitu sejak tahun 11 H sampai 40 H, berlangsung di Madinah yaitu Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq, Khalifah Umar bin Khattab, Khalifah Utsman bin ‘Affan dan Khalifah ‘Ali bin Abi Thalib.

Timbangan Dinar dan Dirham di atas juga dijaga tradisinya hingga masa Turki Utsmani, berjalan hingga 666 tahun, sejak tahun 687 H sampai 1343 H (1924M) dengan 38 orang Sultan yang berpusat di Istanbul (Kontantinopel). Bahkan pada masa Sultan Muhammad II Al-Fatah (Sultan Ke-7 dari Kesultanan Turki Utsmani), tahun 855H/ 1451M, Dinar dan Dirham dibawa oleh duta Islam yang dikenal dengan “Walisongo” melalui perdagangan menggunakan mata uang dinar dan dirham di Wilayah Nusantara (Asia Tenggara) lebih lanjut baca disini

Dinar dan dirham dicetak dan diedarkan pertamakali di Indonesia oleh Islamic Mint Nusantara (IMN) pada tahun 2000, dan Dinarfirst mengikuti standar yang dikeluarkan oleh Islamic Mint Nusantara (IMN) merujuk kepada tradisi mitsqal, wazan sab’ah dan penimbangan 72 butir gandum barley (organik) ukuran sedang dan berdasarkan Al-Qur’an, Al-Hadits, ijma sahabat, qaul tabi’in dan tabi’i tabi’in serta pendapat dari fikih 4 madzhab ahlussunnah wal jama’ah. IMN pada tahun 2010 melakukan penelitian kembali atas mithqal dan mengeluarkan standar pecahan  koin dinar dan dirham untuk dunia Islam yang terdiri atas beberapa pecahan koin dinar dan dirham dengan bahan murni. IMN – Open Mitsqal Exchange menetapkan standar baru dunia Islam yang terkait berat dan kadar kedua mata uang Islam tersebut, Sesuai fikih yang disebut Dinar adalah emas murni (dzahab) dan yang disebut Dirham adalah perak murni (al fidhah) mengikuti tradisi satuan mithqal sebagai berikut:

Table_OME_Mitsqal_Nabawi

IMN menetapkan dan menyatukan kembali standar mitsqal untuk satuan koin emas di masa Kesultanan Aceh (1307-1607) yang disebut Deurham mas yang hari ini setara dengan 1 Daniq (1/8 Dinar) = 0.555 gram emas murni.

IMN menetapkan dan menyatukan kembali standar mitsqal untuk satuan koin emas dari masa Kerajaan Majapahit yang disebut Suwarna, terdiri atas Ma (Masa) setara 1/2 mitsqal, Atak setara 1/4 mitsqal dan Ku (Kupang) setara 1/8 mitsqal = 1 Daniq emas murni.